• 21

    Nov

    Suporter Garuda Muda dan Mimpi Juara

    Kemenangan dalam sebuah pertandingan final bukan sekadar harapan. Kemenangan adalah peristiwa bersejarah yang akan menempatkan pemain dan pelatih ke dalam posisi yang menyenangkan. Sepanjang perhelatan Sea Games 2011, Garuda Muda sudah merasakan kemenangan demi kemenangan. Satu-satunya kekalahanyang tampaknya sengaja dilepas pelatih RDadalah ketika timnas kita takluk pada laga terakhir. Malaysia, yang mengalahkan timnas kita itu, akhirnya bertemu kembali di babak final. Tentu saja, RD juga mengharapkan kemenangan di pertandingan final ini. Dua puluh tahun kehilangan medali emas adalah penantian yang lama. Sangat lama. Tahun 1997, timnas kita nyaris meraihnya, hingga Thailand menguburkan impian emas itu. Tahun ini kita sudah berada di ujung pertaruhan, babak final. Dan, Malaysia tentulah
  • 20

    Nov

    Kami Menunggumu, Garuda Muda!

    Apa yang terjadi bila harapan menjadi kenyataan? Mungkin bahagia, mungkin pesta. Ya, terlalu lama kita berjauhan dengan medali emas. Sea Games 1991, terakhir kali kita meraihnya. Sesudahnya, medali emas selalu menjauh. Sekarang, selangkah lagi, mimpi dua puluh tahun itu bisa menjadi kenyataan. Apa gerangan yang terbayang di benak Eddy Harto, Aji Santoso, atau Widodo C. Putro menyaksikan sepak terjang Garuda Muda? Mungkin seperti kegairahan seperti anak Ibu Pertiwi lainnya. Meskipun mereka melihat dari jarak lebih dekat, merasakan lebih dari sekadar yang terlihat, mengetahui sisi yang mungkin sangat rahasia. Mereka berada di dekat pemain: berbagi ilmu, berbagi semangat. Apa jadinya bila pelatih kepala Garuda Muda bukan Rahmad Darmawan? Mungkin hasilnya lebih baik, mungkin juga lebih terpu
  • 19

    Nov

    Garuda Muda: Mau Tersandung atau Menang?

    Bukan Cuma Melatih Tak bisa dimungkiri, fungsi pelatih di antaranya adalah mengobarkan semangat. Setelah meracik strategi, menelisik kekuatan dan kelemahan lawan, kemampuan menyuntikkan semangat niscaya dilakukan oleh setiap pelatih sepak bola. Apalagi ketika menghadapi pertarungan genting. Memang, setelah berada di atas lapangan, pemainlah yang paling menentukan. Pelatih, di tepi lapangan, hanya bisa sesekali berteriak-teriak atau memberikan isyarat. Kadang dengan gaya meledak-ledak seperti tingkah Jose Mourinho, atau dengan gaya tenang seperti Fabio Capello.Tentu saja, sambil membaca taktik apa lagi yang akan dilakukan setelah turun main. Jadi, jelaslah, pelatih juga adalah teman pembakar semangat bagi para pemainnya. Kalahkan Vietnam Sejarah mencatat, Vietnam bukan lawan yang mudah
  • 17

    Nov

    Garuda Muda: Sesuatu yang Tertunda

    (1) Ada falsafah sepak bola yang diyakini keampuhannya oleh pelatih legendaris Jerman, Sepp Herberger. Menurut Herberger, keberhasilan dalam sepak bola ditentukan oleh tiga hal: sepertiga kebiasaan, sepertiga keberuntungan, dan sepertiga kebersamaan. Kebiasaan didapatkan melalui latihan. Keberuntungan terjadi di lapangan. Dan, kebersamaan dibina di luar keduanya. Hasilnya, Herberger mengantar Jerman meraih Piala Dunia 1954. Pada pertandingan terakhir penyisihan Grup A, Garuda Muda menderita kekalahan pertama. Lawan yang mengalahkan mereka tak tanggung-tanggung, Malaysiamusuh bebuyutan yang juga juara bertahan. Yongki dan koleganya bermain dengan baik, meskipun belum sebaik penampilan mereka pada tiga laga awal. Kebiasaan bermain yang mereka dapatkan dari latihan, tidak terlalu tampak pad
  • 17

    Nov

    Garuda Muda: Timnas Malaysia Itu Biasa-biasa Saja

    (1) Sepak bola memang bukan sekadar kepiawaian menggocek atau menggelontorkan bola ke gawang lawan. Sepak bola adalah orkestra, hiburan berkelas yang berpotensi menyenangkan dan menenangkan hati penonton. Karena itu, pemain sepak bola ialah juga penyuguh hiburan: pemain orkestra. Tapi, masyarakat pecinta sepak bola juga merindukan prestasi. Lazimnya, prestasi itu lahir dari kemenangan demi kemenangan, yang akhirnya bermuara pada gelar juara. Belanda selalu dilimpahi pemain bola yang andal dan hebat. Dengan total football yang rancak, Belanda juga penghibur sejati yang mampu menyihir hati penonton. Tapi, tahun 1974, permainan indah Cruyff dkk. ditaklukkan oleh mesin trengginas, Jerman. Empat tahun kemudian, 1978, Belanda bermain tak kalah hebatnya. Namun yang juara ternyata Argentina. Tah
  • 13

    Nov

    Garuda Muda: Keberuntungan atau Diuntungkan?

    Tentulah kita tidak ingin kemenangan melawan Singapura dan Thailand dihiasi oleh komentar miring yang miris, semisal, Ah, itu karena faktor keberuntungan saja, ada campur tangan Dewi Fortuna. Ya, bagi saya, apa pun hasil pertandingannya, kegigihan pemain memberikan segala kemampuan yang dimilikinya adalah hadiah yang indah. O, ya, di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lema untung dilengkapi dengan kata beruntung, keberuntungan, dan keuntungan. Beruntung, dalam kaitannya dengan perjalanan Garuda Muda, bisa dimaknai bernasib baik atau berhasil meraup angka dalam tiga partai awal. Kenapa beruntung? Ingat, Garuda Muda berada di grup neraka. Jadi, kemenangan demi kemenangan laksana oase yang memuaskan dahaga kita setelah sekian lama diterjang kemarau gelar. Adapun keberuntungan adalah
  • 9

    Nov

    Garuda Muda: Belum Waktunya Pesta!

    Konon, tidak sedikit penduduk Indonesia yang gila bola. Penggila bola di Indonesia tak peduli jenis kelamin, strata sosial, atau usia. Tua-muda, lelaki-perempuan, kaya-miskin. Uniknya, layaknya yoyo, kecintaan penggila bola di Indonesia terhadap tim nasionalnya gampang naik-turun. Beberapa waktu lalu, euforia itu memuncak semasa Timnas PSSI dilatih oleh Alfred Riedl. Gelora Bung Karno disesaki penonton setiap timnas bermain di kandang, tak peduli semahal apa pun tiket tanda masuknya. Kecintaan itu tak surut meski PSSI dalam kondisi kocar-kacir. Rezim Nurdin Halidyang waktu itu kukuh berkuasa akhirnya tumbangtak lantas membuat timnas dijauhi penggemarnya. Sampai-sampai, timnas menjadi ajang kampanye terselubung bagi segelintir orang. Namun, kecintaan itu mulai berkurang ketika pergantian r
-

Author

Follow Me