• 20

    Nov

    Jujur atau Bohong Itu Bermula di Rumah

    SUATU ketika, seorang penyair Lebanon, Kahlil Gibran, berpesan kepada kita, Anak kita bukanlah milik kita, melainkan milik kehidupan. Petuah ini layak jadi landasan bagi setiap orangtua dalam mendidik anaknya. Orangtua seyogianya memahami bahwa setiap anak dilahirkan bersama hak paling asasi; kemerdekaan. Kewenangan orangtua adalah mengarahkan agar hak paling asasi itu berjalan di atas rel kemanusiaan. Pada hakikatnya, setiap anak bukanlah jajahan ayahnya atau koloni ibunya. Hanya saja, kemerdekaan itu masih harus bergantung pada kasih sayang orangtua, terutama di masa kanak. Jika kasih sayang orangtua itu ikhlas tanpa berharap apa-apa, nilai-nilai kemerdekaan sang anak tidak akan tercemari oleh rasa ketergantungan. Di balik kemerdekaan itu terdapat batasan yang harus diindahkan. Batasan
  • 20

    Nov

    Kami Menunggumu, Garuda Muda!

    Apa yang terjadi bila harapan menjadi kenyataan? Mungkin bahagia, mungkin pesta. Ya, terlalu lama kita berjauhan dengan medali emas. Sea Games 1991, terakhir kali kita meraihnya. Sesudahnya, medali emas selalu menjauh. Sekarang, selangkah lagi, mimpi dua puluh tahun itu bisa menjadi kenyataan. Apa gerangan yang terbayang di benak Eddy Harto, Aji Santoso, atau Widodo C. Putro menyaksikan sepak terjang Garuda Muda? Mungkin seperti kegairahan seperti anak Ibu Pertiwi lainnya. Meskipun mereka melihat dari jarak lebih dekat, merasakan lebih dari sekadar yang terlihat, mengetahui sisi yang mungkin sangat rahasia. Mereka berada di dekat pemain: berbagi ilmu, berbagi semangat. Apa jadinya bila pelatih kepala Garuda Muda bukan Rahmad Darmawan? Mungkin hasilnya lebih baik, mungkin juga lebih terpu
  • 19

    Nov

    Garuda Muda: Mau Tersandung atau Menang?

    Bukan Cuma Melatih Tak bisa dimungkiri, fungsi pelatih di antaranya adalah mengobarkan semangat. Setelah meracik strategi, menelisik kekuatan dan kelemahan lawan, kemampuan menyuntikkan semangat niscaya dilakukan oleh setiap pelatih sepak bola. Apalagi ketika menghadapi pertarungan genting. Memang, setelah berada di atas lapangan, pemainlah yang paling menentukan. Pelatih, di tepi lapangan, hanya bisa sesekali berteriak-teriak atau memberikan isyarat. Kadang dengan gaya meledak-ledak seperti tingkah Jose Mourinho, atau dengan gaya tenang seperti Fabio Capello.Tentu saja, sambil membaca taktik apa lagi yang akan dilakukan setelah turun main. Jadi, jelaslah, pelatih juga adalah teman pembakar semangat bagi para pemainnya. Kalahkan Vietnam Sejarah mencatat, Vietnam bukan lawan yang mudah
  • 18

    Nov

    [Puisi] Rumah Doa

    Tuhan mengabulkan doa yang dirapalkan para perindu, yang setia menyuburkan cinta sejati di hatinya. 24 September 2011, 02:44 (1) Tiap kali aku meledakkan doa-doa pengharapan, aku paham kamu adalah dinamit yang betapa berkuasa meriuhkan kesunyian. Di hatiku. Kebahagiaan akan datang, Begitu janji Tuhan, yang tak merelakan seseorang, termasuk aku, menanggung beban yang tak mampu dipikulnya. Tuhan pasti tahu, aku tak mampu menanggung beban kehilangan. Terutama, kehilangan harapan. Maka, Ia kirimkan kamu, matahari penyedia cahaya. Dalam hal merindu, Tuhan menjanjikan pertemuan. Dalam hal mencinta, Tuhan menjanjikan kehilangan. Tapi, kehilangan tak pernah semenyedihkan yang kauduga. (2) Kehilangan hanyalah babak luka yang diriwayatkan Pencerita dengan akhir yang kerap menjebak. Sementar
  • 17

    Nov

    Garuda Muda: Sesuatu yang Tertunda

    (1) Ada falsafah sepak bola yang diyakini keampuhannya oleh pelatih legendaris Jerman, Sepp Herberger. Menurut Herberger, keberhasilan dalam sepak bola ditentukan oleh tiga hal: sepertiga kebiasaan, sepertiga keberuntungan, dan sepertiga kebersamaan. Kebiasaan didapatkan melalui latihan. Keberuntungan terjadi di lapangan. Dan, kebersamaan dibina di luar keduanya. Hasilnya, Herberger mengantar Jerman meraih Piala Dunia 1954. Pada pertandingan terakhir penyisihan Grup A, Garuda Muda menderita kekalahan pertama. Lawan yang mengalahkan mereka tak tanggung-tanggung, Malaysiamusuh bebuyutan yang juga juara bertahan. Yongki dan koleganya bermain dengan baik, meskipun belum sebaik penampilan mereka pada tiga laga awal. Kebiasaan bermain yang mereka dapatkan dari latihan, tidak terlalu tampak pad
  • 17

    Nov

    Garuda Muda: Timnas Malaysia Itu Biasa-biasa Saja

    (1) Sepak bola memang bukan sekadar kepiawaian menggocek atau menggelontorkan bola ke gawang lawan. Sepak bola adalah orkestra, hiburan berkelas yang berpotensi menyenangkan dan menenangkan hati penonton. Karena itu, pemain sepak bola ialah juga penyuguh hiburan: pemain orkestra. Tapi, masyarakat pecinta sepak bola juga merindukan prestasi. Lazimnya, prestasi itu lahir dari kemenangan demi kemenangan, yang akhirnya bermuara pada gelar juara. Belanda selalu dilimpahi pemain bola yang andal dan hebat. Dengan total football yang rancak, Belanda juga penghibur sejati yang mampu menyihir hati penonton. Tapi, tahun 1974, permainan indah Cruyff dkk. ditaklukkan oleh mesin trengginas, Jerman. Empat tahun kemudian, 1978, Belanda bermain tak kalah hebatnya. Namun yang juara ternyata Argentina. Tah
  • 16

    Nov

    Perempuan dari Masa Lalu

    Kisah imajinatif ini adalah bagian ketiga dari #RantaiCerita bertopik #Crot. Sebelum saya, @wkf2010 sudah memulai kisah ini di http://wongkamfung.boogoor.com/mendadak-crot.html dan @AbahZoer menulis bagian keduanya di http://abahzoer.blogdetik.com/2011/11/14/mendadak-crot-2/ Setelah saya, tulisan ini akan diteruskan oleh @erfanonalakiano, @rudigints, dan @mataharitimoer. Saya pikir, ada baiknya Anda baca dulu tautan di atas, lalu membaca tulisan ini. Saya didaulat menjadi penulis ketiga. Pada mulanya, saya ingin menolak. Saya memang lebih suka menjadi penulis pertama agar leluasa menentukan sendiri alur, tokoh, dan latar cerita. Saya juga cenderung memilih sebagai penulis terakhir supaya saya berkuasa penuh menutup kisah. Tapi, ini tantangan! Perempuan dari Masa Lalu Khrisna Pabichara
  • 13

    Nov

    Garuda Muda: Keberuntungan atau Diuntungkan?

    Tentulah kita tidak ingin kemenangan melawan Singapura dan Thailand dihiasi oleh komentar miring yang miris, semisal, Ah, itu karena faktor keberuntungan saja, ada campur tangan Dewi Fortuna. Ya, bagi saya, apa pun hasil pertandingannya, kegigihan pemain memberikan segala kemampuan yang dimilikinya adalah hadiah yang indah. O, ya, di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lema untung dilengkapi dengan kata beruntung, keberuntungan, dan keuntungan. Beruntung, dalam kaitannya dengan perjalanan Garuda Muda, bisa dimaknai bernasib baik atau berhasil meraup angka dalam tiga partai awal. Kenapa beruntung? Ingat, Garuda Muda berada di grup neraka. Jadi, kemenangan demi kemenangan laksana oase yang memuaskan dahaga kita setelah sekian lama diterjang kemarau gelar. Adapun keberuntungan adalah
  • 12

    Nov

    [Puisi] Seseorang Bernama Cinta

    Semua orang pernah terjatuh, tapi tak banyak yang mau mempelajari mengapa mereka bisa terjatuh. 19 September 2011, 19.27 (1) Pertemuan tak terduga. Secara tidak sengaja aku bertemu denganmu, Cinta. Waktu itu, di sebuah ruang lapangyang kita namai masa lalukamu baru saja menyeka air mata yang mengalir di pipimu. Seperti orang berduka, tergesa-gesa menyembunyikan kesedihan di matanya. Tetapi, matamu tak terlalu pandai bersandiwara. Setelah itu, kamu bercerita tentang kasih tak sampai. Bukan kisah-kusut yang selama ini hanya aku temukan di dalam roman-roman pujangga lama. Ini kisah nyata, kisah yang benar-benar kamu alami. Katamu, adat memaksa kamu mengubur harapan dan keinginan untuk menikah dengan lelaki yang kamu dambakan. Waktu itu, aku merasa sudah sangat mengenalmu. Kita seolah sud
  • 12

    Nov

    Pecat Wim, Putar Kompetisi

    Sepanjang sejarah persepakbolaan, pemecatan pelatih bukanlah sesuatu yang tabu. Sah-sah saja. Bahkan, sebenarnya, rezim Djohar AH termasuk berani ketika memutuskankontrak Alfred Riedlsecara sepihak. Alasannya pun, dulu, sangat mengada-ada. Konon, kontrak Riedl tidak sah karena bersifat personal, bukan kelembagaan. Meskipun, menurut dugaan saya, ini gagah-gagahan pengurus baru saja. Tapi, itu dulu. Sekarang Djohar AH seolah kehilangan nyali. Pelatih yang piawai menggerutu dan selalu menimpakan seluruh kesalahan kepada pemain, malah terus dipertahankan. Padahal, timnas senior kita sudah menderita empat kekalahan.Mimpi berlaga pada Piala Dunia 2012 di Brasil sudah pupus. Mustahil tercapai. Bahkan, memenangkan dua laga sisa pundengan catatan kondisi timnas kita tetap seperti sekarangmenjadi &

Author

Follow Me