• 28

    Sep

    Munajat Seorang Perindu

    Munajat Seorang Perindu Khrisna Pabichara Malam hari, sebelum huruf-huruf berangkat tidur, rinduku kehilangan rumah Tuhan, Kekasih, akan mengabulkan doa yang dirapalkan para perindu, yang setia menyuburkan cinta sejati di hatinya. Sepi dan kenang bersekutu membangun jembatan rapuh menuju masa silam, masa yang di sana ada kamu, tersedu. Masih ingatkah kamu makna bahagia? Sepertinya kita mulai lupa cara terbaik untuk menikmati mukjizat kata itu. Kekasih, dadaku, seperti senja, cukup lapang menampung gelap dan cahaya: yang melinang, yang melengang di sayu matamu Tuhan, yang kamu cintai, adalah yang secara rahasia mengajariku cara mencintaimu. Bogor, September 2011
  • 27

    Sep

    Kutukan Kesedihan

    Ulasan Ringan Sajak-sajak Cinta @Bemz_Q Sahabat, bagi saya, membaca sajak itu bak wisata kuliner yang menyehatkan hati nurani. Bagi Anda yang tidak sempat menyimak ulasan ringan ini di akun twitter saya, [@1bichara], berikut rekam-simpan ulasan sajak-sajak anggitan @Bemz_Q: 1. Sajak bisa menjadi pintu untuk mendekatkan atau memampatkan jarak. Begitulah, @Bemz_Q memilin hati lewat kata sederhana. 2. @Bemz_Q merawat kata-kata menjadi senandika, gumam yang menajamkan perasaan, harapan, dan kesetiaan. 3. \”Aku akan terus mencintaimu, sampai aku lupa seperti apa rasa sakit itu.\” ~ @Bemz_Q | bukan kesedihan, tapi harapan sang pendoa. 4. Perpisahan kerap jadi bayang kelam yang membuat seseorang dihantui masa silam dan mencemasi masa depan. @Bemz_Q membantahnya. 5. @Bemz_Q meray
  • 19

    Sep

    Peri yang Tak Berhenti Mencari Selendangnya

    Seperti katamu, kesempurnaan itu tak pernah ada. Termasuk, sempurna merindumu. September 13, 2011 at 01:02 am. Pernahkah kamu dengar kisah tentang bait-bait senyum yang melantun dari ujung bibir seorang jejaka, beberapa saat setelah ia sembunyikan selendang seorang peri? Aku yakin kamu sudah pernah mendengar kisah itu. Aku yakin kamu juga tahu bagaimana akhir cerita itu yang, konon, sang peri tak bisa kembali ke kahyangan dan merelakan dirinya menjadi istri bagi jejaka tukang intip itu. Akan tetapi, tahukah kamu, sebenarnya peri itu tak pernah menjadi manusia, apalagi menjadi istri lelaki si tukang intip itu? Baiklah, akan aku ceritakan untukmu kisah yang sebenarnya. Aku tahu, kisah ini tak akan mengubah apa pun. Kamu tetap bersama orang yang bukan aku, dan aku akan tetap membayangkan su
  • 12

    Sep

    Kubiarkan Rinduku Berguguran Setiap Mengingatmu

    Anata Aulia Kautsar Rinduku, Kekasih, membuta di benakku dan membatu di hatiku. Ketahuilah, rinduku adalah anak panah waktu yang melaju ke hatimu, melampaui segala yang mungkin kamu pahami. Bahkan, sesungguhnya, rinduku tak merawat dua kata: jarak dan waktu. Dan hatimu, sejatinya, ruang paling teduh untuk merumahkan rinduku. Sayang, ada rindu lain yang berdiang di sana. Rinduku, Kekasih, tak menyertakan apa-apa, kecuali kamu. Ketahuilah, di dalam tubuhku selalu ada yang bertambah, yang bertumbuh, yang menjadi. Yang darinya, kemudian, segala bermula. Bahkan, sesungguhnya, jari-jari hujan yang mengantarkan rinduku takkan pernah tiba di dinginmu, karena kamu sibuk mengejar awan lain. Selebihnya, kita biarkan jarak berkuasa. Hingga rindu tak mampu lagi memampatkannya. Parung, Juni 2011
  • 19

    Aug

    Semesta Cinta

    Sebut saja hatimu telah ditumbuhi cinta dari yang lain, merinduimu sering kali lebih membahagiakan daripada memilikimu lalu apa yang kamu namai rindu, sebenarnya, hanyalah hampa di semesta cinta. Sementara mimpi dan rindu terus bersekutu memampang sosokmu di tidurku. Bogor, Juli 2011
Prev -

Author

Follow Me