• 13

    Jan

    Wakil Rakyat Seharusnya Merakyat

    Ketika menganggit tulisan ini, saya sedang menikmati lengking harapan Iwan Fals. Ya, dari sisi mana pun, wakil rakyat seharusnya merakyat. Dalam hal ini, kata merakyat bisa dimaknai menjadi rakyat. Artinya, anggota DPR bekerja dengan menggunakan mata, telinga, dan hati rakyat. Faktanya, saat ini banyak yang lebih sering memartai ketimbang merakyat. Selain itu, merakyat bisa juga berarti:berbaur dengan rakyat. Sederhananya, ada di tengah-tengah rakyat atau hadir ketika rakyat membutuhkan keberadaan mereka. Apa yang terjadi hari ini? Kita seolah sedang berada di negeri entah. Sewaktu banyak rakyat tak bisa melepas hajat di jamban yang memenuhi syarat, beberapa wakilnya malah mengeluhkan jamban di rumah rakyat yang sungguh megah. Alhasil, keluhan itu menimbulkan ‘belas kasihan’ p
  • 12

    Jan

    Gus Dur, Pak Hoegeng, dan Polisi Tidur

    Suatu ketika Gus Dur berkelakar. Hanya tiga polisi yang jujur, yakni patung polisi, polisi tidur, dan Pak Hoegeng, katanya. Ini bukan sekadar kelakar, bukan juga sindiran samar soal kinerja kepolisian yang memprihatinkan. Ini adalah ajakan agar kepolisian berlapang dada menerima kritikan dan segera berkemas membenahi institusi. Atau, ya, semacam alegori agar para polisi menyadari bahwa tugas mengayomi dan melindungi itu bukan perkara mudah. Itulah musabab mengapa tagar #matahukum saya lansir lewat akun twitter. Sebagai tombak terdepan, anggota kepolisian diharapkan menjadi perintis terciptanya rasa adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Artinya, polisilah yang harus berdiri paling depan dalam upaya menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kata seluruh di sini berarti tanp
  • 11

    Jan

    Perseteruan Murid Zen

    Terkisahkan dalam banyak riwayat, dua orang murid Sang Guru Zen sedang melakukan perjalanan dalam rangka mempraktikkan ajaran yang telah mereka terima dari Sang Guru Zen. Murid Kesatu berbadan kecil berkulit kekuning-kuninganan. Murid Kedua berbadan tinggi tegap berkulit agak kecokelatan. Murid Kesatu suaranya sangat lembut, bila bicara seolah seluruh isi alam takzim mendengarnya. Murid Kedua suaranya keras penuh wibawa, bila berbicara seolah seluruh isi alam patuh menyimaknya. Sepanjang perjalanan mereka bahu-membahu, tolong-menolong, dan saling ingat-mengingatkan. Setelah berbulan-bulan melaksanakan amanat, mereka berencana pulang ke tempat pertapaan Sang Guru Zen untuk melaporkan segala bakti yang telah mereka kerjakan. Tentulah bukan perjalanan yang mudah dan menyenangkan, tapi kegemb
  • 10

    Jan

    Marissa, Etika Sang Pesohor

    Aku bersyukur bisa mengenal dunia blog. Seolah tukang sihir, aku bisa menumpahkan apa saja yang kurasakan dan kata-kata seketika menjadi mantra sakti yang melegakan dan membahagiakan. Sesekali aku berjalan mengunjungi blog orang lain, layaknya peziarah yang berkunjung ke tanah mana saja yang dia inginkan. Sesekali pula kutinggalkan jejak berupa komentar di blog yang telah kusinggahi, sekadar memberi tahu bahwa aku telah berkunjung dan mencicipi jamuan yang disajikan di blog itu. Blog adalah dunia yang indah, dunia penuh warna. Dan, apa yang semula cuma iseng-iseng mengisi waktu, kini menghadirkan kesenangan yang, alangkah, membahagiakan. Kebahagiaan itu jadi gelenyar indah yang, seringkali, tak kutemukan di tempat mana pun dalam kehidupan yang penuh basa-basi ini. Lalu menjalarlah rasa ha
  • 21

    Nov

    Suporter Garuda Muda dan Mimpi Juara

    Kemenangan dalam sebuah pertandingan final bukan sekadar harapan. Kemenangan adalah peristiwa bersejarah yang akan menempatkan pemain dan pelatih ke dalam posisi yang menyenangkan. Sepanjang perhelatan Sea Games 2011, Garuda Muda sudah merasakan kemenangan demi kemenangan. Satu-satunya kekalahanyang tampaknya sengaja dilepas pelatih RDadalah ketika timnas kita takluk pada laga terakhir. Malaysia, yang mengalahkan timnas kita itu, akhirnya bertemu kembali di babak final. Tentu saja, RD juga mengharapkan kemenangan di pertandingan final ini. Dua puluh tahun kehilangan medali emas adalah penantian yang lama. Sangat lama. Tahun 1997, timnas kita nyaris meraihnya, hingga Thailand menguburkan impian emas itu. Tahun ini kita sudah berada di ujung pertaruhan, babak final. Dan, Malaysia tentulah
  • 20

    Nov

    Jujur atau Bohong Itu Bermula di Rumah

    SUATU ketika, seorang penyair Lebanon, Kahlil Gibran, berpesan kepada kita, Anak kita bukanlah milik kita, melainkan milik kehidupan. Petuah ini layak jadi landasan bagi setiap orangtua dalam mendidik anaknya. Orangtua seyogianya memahami bahwa setiap anak dilahirkan bersama hak paling asasi; kemerdekaan. Kewenangan orangtua adalah mengarahkan agar hak paling asasi itu berjalan di atas rel kemanusiaan. Pada hakikatnya, setiap anak bukanlah jajahan ayahnya atau koloni ibunya. Hanya saja, kemerdekaan itu masih harus bergantung pada kasih sayang orangtua, terutama di masa kanak. Jika kasih sayang orangtua itu ikhlas tanpa berharap apa-apa, nilai-nilai kemerdekaan sang anak tidak akan tercemari oleh rasa ketergantungan. Di balik kemerdekaan itu terdapat batasan yang harus diindahkan. Batasan
  • 20

    Nov

    Kami Menunggumu, Garuda Muda!

    Apa yang terjadi bila harapan menjadi kenyataan? Mungkin bahagia, mungkin pesta. Ya, terlalu lama kita berjauhan dengan medali emas. Sea Games 1991, terakhir kali kita meraihnya. Sesudahnya, medali emas selalu menjauh. Sekarang, selangkah lagi, mimpi dua puluh tahun itu bisa menjadi kenyataan. Apa gerangan yang terbayang di benak Eddy Harto, Aji Santoso, atau Widodo C. Putro menyaksikan sepak terjang Garuda Muda? Mungkin seperti kegairahan seperti anak Ibu Pertiwi lainnya. Meskipun mereka melihat dari jarak lebih dekat, merasakan lebih dari sekadar yang terlihat, mengetahui sisi yang mungkin sangat rahasia. Mereka berada di dekat pemain: berbagi ilmu, berbagi semangat. Apa jadinya bila pelatih kepala Garuda Muda bukan Rahmad Darmawan? Mungkin hasilnya lebih baik, mungkin juga lebih terpu
  • 19

    Nov

    Garuda Muda: Mau Tersandung atau Menang?

    Bukan Cuma Melatih Tak bisa dimungkiri, fungsi pelatih di antaranya adalah mengobarkan semangat. Setelah meracik strategi, menelisik kekuatan dan kelemahan lawan, kemampuan menyuntikkan semangat niscaya dilakukan oleh setiap pelatih sepak bola. Apalagi ketika menghadapi pertarungan genting. Memang, setelah berada di atas lapangan, pemainlah yang paling menentukan. Pelatih, di tepi lapangan, hanya bisa sesekali berteriak-teriak atau memberikan isyarat. Kadang dengan gaya meledak-ledak seperti tingkah Jose Mourinho, atau dengan gaya tenang seperti Fabio Capello.Tentu saja, sambil membaca taktik apa lagi yang akan dilakukan setelah turun main. Jadi, jelaslah, pelatih juga adalah teman pembakar semangat bagi para pemainnya. Kalahkan Vietnam Sejarah mencatat, Vietnam bukan lawan yang mudah
  • 17

    Nov

    Garuda Muda: Timnas Malaysia Itu Biasa-biasa Saja

    (1) Sepak bola memang bukan sekadar kepiawaian menggocek atau menggelontorkan bola ke gawang lawan. Sepak bola adalah orkestra, hiburan berkelas yang berpotensi menyenangkan dan menenangkan hati penonton. Karena itu, pemain sepak bola ialah juga penyuguh hiburan: pemain orkestra. Tapi, masyarakat pecinta sepak bola juga merindukan prestasi. Lazimnya, prestasi itu lahir dari kemenangan demi kemenangan, yang akhirnya bermuara pada gelar juara. Belanda selalu dilimpahi pemain bola yang andal dan hebat. Dengan total football yang rancak, Belanda juga penghibur sejati yang mampu menyihir hati penonton. Tapi, tahun 1974, permainan indah Cruyff dkk. ditaklukkan oleh mesin trengginas, Jerman. Empat tahun kemudian, 1978, Belanda bermain tak kalah hebatnya. Namun yang juara ternyata Argentina. Tah
  • 13

    Nov

    Garuda Muda: Keberuntungan atau Diuntungkan?

    Tentulah kita tidak ingin kemenangan melawan Singapura dan Thailand dihiasi oleh komentar miring yang miris, semisal, Ah, itu karena faktor keberuntungan saja, ada campur tangan Dewi Fortuna. Ya, bagi saya, apa pun hasil pertandingannya, kegigihan pemain memberikan segala kemampuan yang dimilikinya adalah hadiah yang indah. O, ya, di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lema untung dilengkapi dengan kata beruntung, keberuntungan, dan keuntungan. Beruntung, dalam kaitannya dengan perjalanan Garuda Muda, bisa dimaknai bernasib baik atau berhasil meraup angka dalam tiga partai awal. Kenapa beruntung? Ingat, Garuda Muda berada di grup neraka. Jadi, kemenangan demi kemenangan laksana oase yang memuaskan dahaga kita setelah sekian lama diterjang kemarau gelar. Adapun keberuntungan adalah
- Next

Author

Follow Me