• 26

    Apr

    Negeri Warnut [2]

    Kisah ini bagian dari #rantaicerita #3penguasa yang digelar Komunitas Bloger Bogor. Bagian pertama dianggit oleh @ontohod, sedangkan bagian ketiga akan dilanjutkan oleh @ErfanoNalakiano. Negeri Warnut (Bagian Kedua) Aku tak mengenali ruang kosong yang begitu lapang ini. Mungkin rahim sempit atau malah angkasa lapang. Mungkin juga segi empat yang bisa kita namai maut. Apa pun itu, aku telah berdiri di sini. Seorang diri. Ya, hanya aku. Barangkali kamu pernah mengalami hal serupa, tersesat ke negeri yang tak kamu kenali. Kemudian waktu sadar, kamu kebingungan menerka-nerka di negeri mana gerangan kamu berada, mengutuk diri sendiri karena tak mengenali satu pun, entah benda atau ruang atau apa saja. Seperti itulah aku sekarang. Tak ada matahari. Aneh. Tapi dari mana cahaya itu bermula
  • 23

    Apr

    Berpotong-potong Kenang di Makalehi

    Ini adalah tulisan pertama Grup 14 dari Cerita Berantai bertagar #3Penguasa yang digelar oleh Blogor (komunitas blogger Bogor). Tulisan kedua akan dibuat @ErfanoNalakiano, sedangkan yang ketiga oleh@celotehsaya. BERPOTONG-POTONG KENANG DI MAKALEHI Oleh Khrisna Pabichara [1] Lelaki-lelaki bermata beringas itu merubuhkan pagar, mendobrak pintu, dan melantingkan palang besi atau balok panjang di segala benda yang ada. Ayahku mengerut di pintu kamar tidurnya yang hancur berantakan. Ibuku gemetaran di sisinya, rok satinnya basah. Aku yakin ibuku sangat ketakutan. Aku berdiri, nanar, tak tahu apa yang mesti kulakukan. Tak ada lagi waktu untuk melarikan diri. Sia-sia juga berteriak meminta pertolongan, bahkan kepada Tuhan sekalipun. Boleh jadi, pada saat sebalau ini, Tuhan sedang ripuh men
  • 16

    Nov

    Perempuan dari Masa Lalu

    Kisah imajinatif ini adalah bagian ketiga dari #RantaiCerita bertopik #Crot. Sebelum saya, @wkf2010 sudah memulai kisah ini di http://wongkamfung.boogoor.com/mendadak-crot.html dan @AbahZoer menulis bagian keduanya di http://abahzoer.blogdetik.com/2011/11/14/mendadak-crot-2/ Setelah saya, tulisan ini akan diteruskan oleh @erfanonalakiano, @rudigints, dan @mataharitimoer. Saya pikir, ada baiknya Anda baca dulu tautan di atas, lalu membaca tulisan ini. Saya didaulat menjadi penulis ketiga. Pada mulanya, saya ingin menolak. Saya memang lebih suka menjadi penulis pertama agar leluasa menentukan sendiri alur, tokoh, dan latar cerita. Saya juga cenderung memilih sebagai penulis terakhir supaya saya berkuasa penuh menutup kisah. Tapi, ini tantangan! Perempuan dari Masa Lalu Khrisna Pabichara
  • 20

    Aug

    Pembunuh Parakang

    [1] Jika ada yang bertanya padaku apa sebenarnya yang paling ingin aku lakukan selama hidup di dunia, jawabanku pasti selalu sama: Membunuh Tutu. Tapi bila dicecar lagi, kenapa sehingga aku ingin membunuhnya, jawabannya ialah karena dia telah merampas segala yang bisa membuatku bahagia sepanjang hidupku. Mula-mula dia membunuh Ibuku, lalu dia rebut gadis idamanku. Maka, tidak akan tenang hidupku selama Tutu masih hidup. Bukan itu saja, setiap hari aku disergap sejenis rasa tak terjelaskan, semacam kehilangan sesuatu yang tidak kuketahui atau perjalanan jauh yang tak pernah sampai ke tujuan atau hasrat yang tak tercukupi. Padahal aku memiliki segalanya. Istri-istri yang hebat, anak-anak yang berbakat, kemuliaan derajat, juga harta berlimpah yang tak bakal habis hingga tujuh turu
-

Author

Follow Me