[Puisi] Rumah Doa

18 Nov 2011

Tuhan mengabulkan doa yang dirapalkan para perindu,
yang setia menyuburkan cinta sejati di hatinya
.
24 September 2011, 02:44

(1)

Tiap kali aku meledakkan doa-doa pengharapan, aku paham kamu adalah dinamit yang betapa berkuasa meriuhkan kesunyian. Di hatiku.

Kebahagiaan akan datang, Begitu janji Tuhan, yang tak merelakan seseorang, termasuk aku, menanggung beban yang tak mampu dipikulnya.

Tuhan pasti tahu, aku tak mampu menanggung beban kehilangan. Terutama, kehilangan harapan. Maka, Ia kirimkan kamu, matahari penyedia cahaya.

Dalam hal merindu, Tuhan menjanjikan pertemuan. Dalam hal mencinta, Tuhan menjanjikan kehilangan.

Tapi, kehilangan tak pernah semenyedihkan yang kauduga.

(2)

Kehilangan hanyalah babak luka yang diriwayatkan Pencerita dengan akhir yang kerap menjebak. Sementara kamu, sepenuhnya rahasia yang disembunyikan Sang Pencerita. Tak terjamah, tak terdedah. Namun, barangkali masih ada pertemuan dan penyatuan di ujung hikayat.

Di sinilah kehilangan tak pernah henti mengajarkan ketabahan. Dan, pengharapan. Ya, harapan yang memabukkan, yang tak tersadarkan hanya dengan senandung amin.

Bogor, November 2011


TAGS


-

Author

Follow Me