Garuda Muda: Keberuntungan atau Diuntungkan?

13 Nov 2011

Tentulah kita tidak ingin kemenangan melawan Singapura dan Thailand dihiasi oleh komentar miring yang miris, semisal, Ah, itu karena faktor keberuntungan saja, ada campur tangan Dewi Fortuna. Ya, bagi saya, apa pun hasil pertandingannya, kegigihan pemain memberikan segala kemampuan yang dimilikinya adalah hadiah yang indah.

O, ya, di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lema untung dilengkapi dengan kata beruntung, keberuntungan, dan keuntungan. Beruntung, dalam kaitannya dengan perjalanan Garuda Muda, bisa dimaknai bernasib baik atau berhasil meraup angka dalam tiga partai awal. Kenapa beruntung? Ingat, Garuda Muda berada di grup neraka. Jadi, kemenangan demi kemenangan laksana oase yang memuaskan dahaga kita setelah sekian lama diterjang kemarau gelar.

Adapun keberuntungan adalah bernasib mujur atau dalam keadaan beruntung. Dalam hal ini, ketika melakoni tiga laga awal, Garuda Muda mendapatkan keberuntungan saat menghadapi Kamboja, Singapura, dan Thailand. Sewaktu menghadapi Singapura, Indonesia hanya melawan sepuluh pemain, setelah Navin Neil Vanu, pemain Singapura, diganjar kartu merah pada menit ke-22. Sementara itu, tatkala melawan Thailand, Garuda Muda bertarung melawan sembilan pemain karena Theeraton Bunmathan dan Ekkasit Chaobut dihadiahi kartu merah oleh wasit. Jangan lupa, pada laga perdana, timnas yang kini mulai menjadi kebanggan baru masyarakat Indonesia itu, mendapat keberuntungan karena mendapat lawan lunak, Kamboja.

Untungnya, ketiga keberuntungan itu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh penggawa-penggawa kita. Pada duel pertama (7/11/2011), Indonesia melibas Kamboja dengan skor telak, 6:0. Sewaktu menghadapi sepuluh pemain Singapura (11/11/2011), Garuda Muda menang dengan skor 2:0. Terakhir, 13 November 2011, Pasukan Komodo berhasil menaklukkan Pasukan Gajah, Thailand, dengan skor 3:1.

Selain beruntung dan keberuntungan, ada juga keuntungan. Ya, ketika pemain lawan berkurang karena pelanggaran yang diganjar oleh wasit dengan kartu merah, tim kita mendapatkan keuntungan. Serangan dan pertahanan lawan jadi lebih longgar. Nah, keuntungan lain dari dua kemenangan awal Garuda Muda adalah makin suburnya cinta masyarakat kita terhadap tim asuhan Rahmad Darmawan ini. Artinya, semakinn tinggi dukungan, semakin banyak keuntungan yang bisa diraup.

Nah, kata yang kurang cocok disematkan bagi pasukan lapangan hijau kitajika ditilik dari sudut negatifadalah diuntungkan. Kesannya, hasil yang diraih itu bukanlah buah dari perjuangan hebat atau terkesan hadiah. Tapi, dari apabila kita melihatnya dari sudut positif, kata ini juga memberikan makna yang rancak, karena memang kita diuntungkan sebagai tuan rumah. Jangan lupa, kehadiran pemain kedua belaspenontonadalah keuntungan yang luar biasa. Teriakan sangar, nyanyian-nyanyian pengobar semangat, kesetiaan mendukung timnas hingga akhir pertandingan adalah keuntungan yang dahsyat.

Namun, tanpa semangat juang yang tinggi, daya jelajah yang tangguh, dan kreativitas dalam membangun serangan, Dewi Fortunasang pembawa keburuntungan itutaklah berarti apa-apa. Kerja sama antarpemain terlihat makin membaik. Kecepatan pemain sayap dan penyerang makin apik. Pertahanan kukuh juga mulai dipertontonkan oleh barisan pemain belakang. Tentu saja, di balik layar, keberadaan Rahmad Darmawan adalah keuntungan lain yang layak diacungi jempol. Pelatih kelahiran Lampung ini mengenali karakter, kelebihan, dan kekurangan yang dimiliki oleh anak asuhnya.

Selanjutnya, ada keuntungan lain yang musti diperjuangkan oleh pasukan belia kita, yakni keuntungan sebagai juara grup. Dengan asumsi juara Grup B akan menjadi milik Vietnam, kita harus berjuang menaklukkan Malaysia agar terhindar dari Vietnam pada semifinal Sea Games 2011. Saat ini, Garuda Muda sedang memimpin Grup A (9) selisih dua angka dengan Malaysia (7). Artinya, hasil seri saja sudah bisa membuat kita berseri-seri karena unggul selisih gol. Tentu saja, banyak yang berharap agar kita tidak terlalu bersandar pada keberuntungansemisal berkurangnya pemain lawanketika melawan Malaysia.

Keuntungan memiliki pemain sayap dan penyerang yang lincah dan cekatan, ditambah sosok-sosok tangguh di barisan belakang dan tengah, harus dimanfaatkan dengan baik. Keberuntungan adalah faktor lain, usaha yang gigih tentulah sesuatu yang niscaya.

Jadi, tetap semangat, Garuda Muda. Ayo, Indonesia bisa! [kp/@1bichara]


TAGS khrisna pabichara Sea Games 2011 Timnas U-23 Rahmad Darmawan PSSI Patrich Wanggai


-

Author

Follow Me