Riwayat Luka

17 Oct 2011

Riwayat Luka
Khrisna Pabichara

1
Seperti angan, angin musim penghujan
memang ditakdirkan sebagai pemutar
kenangan.

Ada seseorang dengan rindu memusim,
sedang menggugurkan kenangan, yang
menghujan di dadamu, barangkali.

Aku mencarimu di sela jari-jari hujan,
yang kudapati sepampang kenangan.

2
Karena rindu, katamu, rumah segala kesedihan
dan kesedihan adalah pintu menuju kebahagiaan
yang paling muram.

Aku terus bernyanyi untuk menidurkan kamu dalam mimpiku
dan, di sana, tubuhmu terbuka mengundang pagi datang
membawa cahaya dan embun untuk menguatkan rinduku.

Saat jendela angan terbuka dan matahari tiba lebih pagi,
aku biarkan rinduku menghangat. Berlarian, berlarian,
berlarian: sebagai kenangan. Rindu memang rumah segala
kesedihanbarangkali.

3
Semenjak luka kaunamai doa, aku tahu
kehilangan tak lagi butuh air mata.

Bogor, 2011


TAGS


-

Author

Follow Me