22

Di Mana Ini Akibat Pengaruh Bahasa Asing

Posted by dusunkata on Okt 29, 2011 in Esai

Wah, tanpa terasa sudah sehari peringatan Sumpah Pemuda berlalu. Dulu, dulu sekali, tepatnya 28 Oktober 1928, para pemuda bersumpah untuk menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Sekarang, sebagai pemuda, apa sumpah kita? Masihkah kita berhasrat menjunjung tinggi bahasa persatuan itu? Jawabannya bisa jadi ya, mungkin juga tidak. Faktanya, anak muda masa kini sibuk menggencarkan pemakaian [...]

Tags: ,

 
2

Sepatu Kasogi untuk Dara yang Pernah Duduk Sebangku Denganku

Posted by dusunkata on Okt 28, 2011 in Esai

Pembuka Kenangan
Sungguh, aku tidak sedang ingin mengenang masa silam. Apalagi mengungkit-ungkit peristiwa masa kanak yangbeberapa bagian di antaranyasangat ingin kulupakan. Tetapi, Matahari Timoer memberikan tantangan yang sangat menarik, yakni menulis pengalaman masa kecil. Maka, segeralah kugali ingatan. Menguak segala yang nyaris terlupa. Termasuk menghubungi teman masa kecil yang masih bertahan di tanah kelahiran, Muhammad Jamil [...]

Tags:

 
29

Antara Korban dan Kurban

Posted by dusunkata on Okt 27, 2011 in Esai

Kalau tak salah melihat almanak, sebentar lagi kita akan merayakan Hari Berbagi atau Lebaran Haji 1432 H. Hari Minggu, 6 November 2011. Mengapa saya menamai hari itu sebagai Hari Berbagi? Jawabannya sederhana, pada hari itu orang-orang yang mampubaik secara perorangan maupun bersama-samarela mengorbankan hartanya berkurban bagi sesama. Orang-orang yang berhak menerima daging kurban akan bergembira. [...]

Tags: , , ,

 
11

Telur atau Telor, Lubang atau Lobang?

Posted by dusunkata on Okt 26, 2011 in Esai

Pernahkah Anda bingung menentukan mana kata yang baku antara telur dan telor atau lubang dan lobang? Tak perlu cemas, banyak yang pernah mengalaminya. Tapi, jika Anda suka menulis atau ngeblog, Anda seharusnya bisa membedakannya.
Melalui akun twitter saya, @1bichara, seorang sahabat bertanya tentang kata yang baku: jemawa atau jumawa, kukuh atau kokoh, lubang atau lobang, penggawa [...]

Tags:

 
234

Mana yang Benar: Praktes atau Praktis?

Posted by dusunkata on Okt 24, 2011 in Esai

Mana yang Benar: Praktes atau Praktis?
Ternyata budaya korupsi di negeri tercinta ini memang sudah mengakar. Saking kuatnya, kata saja kerap disalahgunakan. Lucunya, pelaku salah kata itu bukan cuma rakyat golongan menengah ke bawah, melainkan kalangan elite juga. Jika dilakukan dalam bahasa cakapan atau lisanan, tentulah bisa dimaklumi bila kesalahan itu terjadi. Namun, tidak demikian bila [...]

Tags: ,

 
14

Telusur Tradisi Dahsyat Bersama Khrisna Pabichara

Posted by dusunkata on Okt 24, 2011 in Puisi

Telusur Tradisi Dahsyat Bersama Khrisna Pabichara
Sumber: Harian Umum Galamedia, 10/3/2011
KHRISNA Pabichara adalah salah satu pengarang yang “solid” keterikatannya dengan kearifan lokal tanah leluhurnya, Makassar. Kebanyakan buah karyanya selalu mengusung bagian-bagian dari budaya Sulawesi Selatan. Hal itu terlihat dalam buah karyanya berupa buku kumpulan cerpen yang terbit dengan kover sangat eksotis bertajuk Mengawini Ibu.
Dalam Mengawini Ibu [...]

Tags:

 
302

Juara Umum Sea Games 2011: Mungkinkah?

Posted by dusunkata on Okt 19, 2011 in Esai

Juara Umum Sea Games 2011: Mungkinkah?
Dulu, dulu sekali, saya sangat terharu menyaksikan Susi Susanti meraih medali emas pertama bagi Indonesia pada Olimpiade Barcelona 1992. Bahkan ketika pengalungan medali dan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya, saya seolah menerima anugerah terindah dan ikut menangis. Tapi, itu dulu!
Hal sama saya rasakan ketika Indonesia berhasil menjadi tuan rumah yang [...]

Tags: ,

 
5

Riwayat Luka

Posted by dusunkata on Okt 17, 2011 in Puisi

Riwayat Luka
Khrisna Pabichara
1
Seperti angan, angin musim penghujan
memang ditakdirkan sebagai pemutar
kenangan.
Ada seseorang dengan rindu memusim,
sedang menggugurkan kenangan, yang
menghujan di dadamu, barangkali.
Aku mencarimu di sela jari-jari hujan,
yang kudapati sepampang kenangan.
2
Karena rindu, katamu, rumah segala kesedihan
dan kesedihan adalah pintu menuju kebahagiaan
yang paling muram.
Aku terus bernyanyi untuk menidurkan kamu dalam mimpiku
dan, di sana, tubuhmu terbuka mengundang pagi datang
membawa [...]

 
7

Sakramen Rindu

Posted by dusunkata on Okt 15, 2011 in Puisi

1
Kampung kita benar-benar mati. Rumah-rumah
di kanan-kiri jalan bergerak menuju sunyi. Dan,
kita masih saling menyakiti, saling menjauhi.
Tak ada alasan. Tak ada ulasan.
Malam hening. Kunang-kunang melenting
berkeredip di jauhan. Seperti rinduku, memercik
tak beraturan, menggenapi cahaya dengan kelam.
Tak ada haluan. Tak ada tujuan.
2
Tak banyak yang tahu bahwa rindu adalah ritual
tempat cinta dimakamkan sehabis upacara sakral.
Sakramen kematian, begitulah aku menamai [...]

 
4

Mahkamah Rindu

Posted by dusunkata on Okt 13, 2011 in Puisi

1
Setiap rinduku selalu menyertakan gemerincing
luka dan tawa. Yang samar, yang gahar.
Telah sering benar kukatakan, sehingga kamu
duga aku hanya berkelakar. Tidak, aku tahu
dari mana rindu ini bermula. Dari kamu.
Setiap rinduku selalu lahir dari gemeretak doa
dan impi. Yang sayat, yang larat.
2
Akhirnya sepi yang mengambil alih, kamu
menjadi sesuatu yang sungguh-sungguh tidak
ada. Sedang aku, disesatkan labirin duka.
Seruntun duka, seperti [...]

Copyright © 2012-2013 dusun kata All rights reserved.
Desk Mess Mirrored v1.5.1 theme from BuyNowShop.com.